Taker Dan Mohan
Bertepatan si taker juga ikut serta dalam proses pengadilan itu, tapi si taker di sini masih status masluh belum napsuh. Pendataan pun di mulai dari nama, blok hingga Nome kamar hunian.
Ada sekita 50 masluh yang akan di adili dalam jangka perhari bahkan lebih dari yg di tetapkan, kita tau lah di negara ini yang selalu memiliki pemikiran lebih cepat lebih baik. Memang benar lebih cepat lebih baik tapi liat yang harus di kerjakan, kalau di bidang pengadilan itu namanya penyiksaan.
Penyiksaan dimana yang memang di sertai pemaksaan dalam pelaksanaan pengadilan, menyidangkan yang memang melebihi kuota untuk apa? Kan itu namanya menyesakkan para masluh di dalam mobil tahanan.
Kuota di dalam mobil 50 orang di paksa masuk 100 orang, gimana cobak posisi badan sitaker jika seperti itu? Apa gak semakin kurus terjepit?
Sebelum saya melihat langsung saya tidak percaya dengan apa yg di katakan oleh masluh-masluh yang lain, side taker pernah mengatakan mobil hantu yang ketika berjalan hanya suara mobil tersebut yang terdengar. Sungguh membuat penasaran bagaimana bentuk mobilnya Dan apa saja hantu yang ada di mobil tersebut.
Tidak lama satu persatu masluh di pasang borgol dengan berpasang-pasangan sambil berjalan beriringan. Sungguh terlihat wajah sejuk dari si taker karna akhirnya dia bisa merasakan hembusan angin pada saat itu, walaupun hanya 5 mnit tapi si taker terlihat senang. Karna bagi dia tidak Perlu lama untuk memikirkan hidup yang rumit ini, tetap bersyukur saja dengan apa yg kita dapatkan karna ini semua Sudah takdir dari yang maha esa.
Terkadang perkataan Si taker ini ada benarnya juga sih tapi itu kembali ke pribadi masing-masing bagaimana kita menanggapi kehidupan yang rumit ini.
Setelah borgol di Lepas para masluh naik kedalam mobil yang berukuran mobil angkot hanya saja lebih sedikit panjang, mobil itu di isi oleh 80 orang masluh termasuk si taker.
Berdiri di sudut dengan celana panjang yang sedikit robek di lutut Dan kaos oblong yang berlambangkan “A” (Anarkis) Sambil memegang besi sebagai pegangan agar tidak terjatuh karna berhimpitan Dan berdesakan dengan parade masluh yang lain.
Si taker hanya bisa melihat awan-awan putih di langit biru melalui jendela yang berukuran mini, yang hanya jari saja bisa keluar untuk merasakan sejuk nya angin kebebasan. Dengan penuh keringat di seluruh kaosnya Si taker tetap tegar untuk menjalani proses pengadilan yang akan dia laksanakan, walaupun sedikit sedih karna tidak akan ada yang datang hanya untuk sekedar melihat si taker di sidangkan.
Bagi sitaker berani berbuat berani juga bertanggung jawab Dan tanpa ada keluhan sedikit pun, tanpa sadar ternyata begitu bising suara yang keluar dari kenalpot mobil tersebut sehingga membuat telinga Dan kepala pening. Begitu juga udara yang di penuhi dengan bau-bau nafas dari para masluh yang lain.
Sungguh bagi si taker itu adalah pengalaman berkendara yang tidak akan di ulangi seumur hidupnya, sambil memegang sebotol minuman mineral Dan sebatang rokok si taker Sudah siap untuk pengadilannya.
*m.m
Komentar
Posting Komentar