Begitulah kehidupan yang fana ini dimana pemerintah lebih mementingkan dan memikirkan hubungan internasional daripada kesejahterahan rakyatnya. Rakyat kecil yang selalu di bumbui janji manis di tiap pemilu, yang ketika terpilih akhirnya mangkir dan balik membalas rakyat kecil dengan strategi jitu untuk memeras rakyatnya sendiri.
Pasti selalu akan ada mataperang-mataperang yang lain dengan tekanan dan kondisi yang berbeda, mau tidak mau pasti akan di lakukan hal yang sama mencuri dan mencuri.
Saat ini pemerintah yang gagal untuk merangkul rakyatnya sendiri, ada seorang perempuan anak ABG yang baru beranjak dewasa tanpa pengawasan orang tua, yang begitu cinta dan sayangnya dengan laki-laki yang hanya di bumbui janji dan perhatian, sehingga berakhir dengan pengguguran dari hasil percintaan yang hanya berselang selama 5 menit saja.
Terhadap kasus itu pemerintah yang salah, ya benar salah
Jika saja pemerintah tidak membuat persaingan yang cukup sulit hanya untuk sebuah pekerjaan, orang tua perempuan tersebut tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya sehingga perempuan itu tidak akan pernah mendapatkan janji dan perhatian yang di berikan laki-laki tersebut karna itu belum saatnya untuk bercinta.
Tidak akan ada kiriminal jika pemerintah memberikan perhatian dan kepeduliannya kepada rakyat kecil yang dibawah. Jangan saja untuk perhatian dan kepedulian, untuk keadilan saja pemerintah sudah sangat gagal, dimana rakyat kecil yang selalu dan akan tetap sengsara dikarnakan kehidupan yang begitu kerasnya.
Rakyat kecil yang selalu dijadikan tumbal demi menyelamatkan para koruptor, rakyat kecil dihukum lima kali lipat dari hukuman para koruptor dimana letak keadilan jika dilihat seperti itu?
Mataperang mencuri demi harga diri sementara pejabat yang katanya wakil rakyat mencuri demi kantong dan pelacur pribadi.
Ada Seorang kriminal yang sadar diri ketika ditangkap, tertunduk menutupi wajahnya karna malu akan ulahnya tidak seperti pejabat, yang selalu melambaikan tangan dan tersenyum fuck.
Korupsi itu bukan hanya hàsrat yang kurang puas terhadap yang dimilikinya, tapi penyakit yang timbul secara tiba-tiba semenjak para pejabat mulai merabah tubuh dan menikmati selangkangan pelacur pribadinya.
Ingin aku berkhayal semoga saja para koruptor diberikan hadiah siplis agar istrinya di rumah mulai berpaling dan selingkuh dari para koruptor dan berpaling ke pelukan mafia.
Setidaknya mafia tidak mencuri uang dari laci negara, melainkan memanfaatkan keadaan dan situasi.
Itu jelas berbeda mafia dan koruptor, mafia masih memiliki hati jika melihat rakyat yang tidak mampu. Tidak seperti koruptor jangankan turun untuk melihat mendengar saja pun tidak sudi.
Tidak semua wanita malam pelacur, tapi semua pelacur ialah wanita malam.
#m.m


Komentar
Posting Komentar