Hari mulai menjelang sore kira-kira jam saat itu pukul 16:30, saat berjalan menuju suatu tempat dimana para masluh selalu menghabiskan waktu nya seharian dengan menyaksikan pertandingan yang sangat sengit antara kumis dan kukay yang bertaruh demi uang untuk membeli sebungkus ikan teri dan sayur kol rebus.
Setibanya di tempat tersebut sitaker yang awalnya ingin ikut serta dalam pertandingan, kali ini dia absen dengan alasan cedera lutut karna habis kena senggol oleh jari-jemarinya tempo hari.
Memang sitaker adalah salah satu pemain berpengaruh di team kumis namun apa daya dengan keadaan cedera dia tidak mau ambil resiko hanya karna sebungkus teri dan sayur kol rebus. Sambil asik menonton pertandingan sitaker melirik kekiri dan kekanan dengan maksud melihat siapa di samping nya, eh tidak di sangka tidak di duga ternyata di kanan si taker ada mataperang (manusia tak peduli orang).
Ketika sitaker melihat mataperang si mataperang tersenyum bagaikan wanita yang sangat mengidamkan seseorang namun tidak menginginkan hatinya. Sitaker bukan mempalingkan Wajahnya, malahan si taker membalas dengan raut wajah yang sedih.
Mataperang : bah kenapa wajah mu bang?, kok kayak mau di makan hantu gitu ku liat.
Sitaker : (dengan nada datar) iya aku liat hantu tersenyum sama ku barusan, jadi hilang bius ku.
Mataperang : (bingung) maksud abang apanya???
Sitaker : drop aku liat senyum kau itu, buat bulu kuduk ku merinding.
Mataperang: ha...ha...ha..., meleceh aja abng sama ku.
Sitaker : he...he...he...,
Seketika teriakan goool sangat riang terdengar, gool... Gool... ternyata team kumis berhasil menjebol gawang kukay, dengan sentuhan manis dari kaki kiri yang tidak di sengaja oleh kipernya sendiri alias blunder.
Melihat tawa-tawa dari para masluh akibat kecerobohan kiper itu, terlihat seketika memang mereka seperti tidak ada masalah padahal mereka semua penuh dengan masalah.
Tapi begitulah kehidupan kami tetap tegar walaupun dalam tekanan, tetap sabar walaupun tidak ada kesempatan.
Pencurian yang dilakukan mataperang bukanlah hanya karna problem ekonomi melain suatu pembuktian agar dapat dihargai orang di sekitarnya, hanya saja mekanismenya yang salah yaitu mencuri. Mataperang mencuri agar dia dapat paling tidaknya bisa membeli mulut-mulut orang yang selalu merendahkan harga dirinya di lingkungannya.
Mataperang : iya bang, kesal kali aku selalu di rendahkan, macam betul kali kuliat orang sekarang.
Taker : niat kau bagus sih per, cuma jalan kau salah yakan?, aku pun gak mau harga diri ku di rendahkan per apapun ceritanya pasti aku balas perbuatan orang itu.
Mataperang: itulah bang, tapi aku akui kok aku salah bang.
Taker : udalah yang gitu-gitu per yakan, masih ada jalan yang lain, buat aja perubahan dalam diri pelan-pelan aku yakin pasti bisa kau per.
Mataperang: iya bang taker, gak lagi lah cukup sekali aja.
#m.m
Setibanya di tempat tersebut sitaker yang awalnya ingin ikut serta dalam pertandingan, kali ini dia absen dengan alasan cedera lutut karna habis kena senggol oleh jari-jemarinya tempo hari.
Memang sitaker adalah salah satu pemain berpengaruh di team kumis namun apa daya dengan keadaan cedera dia tidak mau ambil resiko hanya karna sebungkus teri dan sayur kol rebus. Sambil asik menonton pertandingan sitaker melirik kekiri dan kekanan dengan maksud melihat siapa di samping nya, eh tidak di sangka tidak di duga ternyata di kanan si taker ada mataperang (manusia tak peduli orang).
Ketika sitaker melihat mataperang si mataperang tersenyum bagaikan wanita yang sangat mengidamkan seseorang namun tidak menginginkan hatinya. Sitaker bukan mempalingkan Wajahnya, malahan si taker membalas dengan raut wajah yang sedih.
Mataperang : bah kenapa wajah mu bang?, kok kayak mau di makan hantu gitu ku liat.
Sitaker : (dengan nada datar) iya aku liat hantu tersenyum sama ku barusan, jadi hilang bius ku.
Mataperang : (bingung) maksud abang apanya???
Sitaker : drop aku liat senyum kau itu, buat bulu kuduk ku merinding.
Mataperang: ha...ha...ha..., meleceh aja abng sama ku.
Sitaker : he...he...he...,
Seketika teriakan goool sangat riang terdengar, gool... Gool... ternyata team kumis berhasil menjebol gawang kukay, dengan sentuhan manis dari kaki kiri yang tidak di sengaja oleh kipernya sendiri alias blunder.
Melihat tawa-tawa dari para masluh akibat kecerobohan kiper itu, terlihat seketika memang mereka seperti tidak ada masalah padahal mereka semua penuh dengan masalah.
Tapi begitulah kehidupan kami tetap tegar walaupun dalam tekanan, tetap sabar walaupun tidak ada kesempatan.
Pencurian yang dilakukan mataperang bukanlah hanya karna problem ekonomi melain suatu pembuktian agar dapat dihargai orang di sekitarnya, hanya saja mekanismenya yang salah yaitu mencuri. Mataperang mencuri agar dia dapat paling tidaknya bisa membeli mulut-mulut orang yang selalu merendahkan harga dirinya di lingkungannya.
Mataperang : iya bang, kesal kali aku selalu di rendahkan, macam betul kali kuliat orang sekarang.
Taker : niat kau bagus sih per, cuma jalan kau salah yakan?, aku pun gak mau harga diri ku di rendahkan per apapun ceritanya pasti aku balas perbuatan orang itu.
Mataperang: itulah bang, tapi aku akui kok aku salah bang.
Taker : udalah yang gitu-gitu per yakan, masih ada jalan yang lain, buat aja perubahan dalam diri pelan-pelan aku yakin pasti bisa kau per.
Mataperang: iya bang taker, gak lagi lah cukup sekali aja.
Mencuri sebenarnya asik tapi jika itu mencuri hati seorang wanita.
Komentar
Posting Komentar